Tampilkan postingan dengan label PILKADA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label PILKADA. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 April 2017

Ancaman Keras !!! Prabowo Mengancam Akan Bertindak Tegas Jika Ahok Tidak Menonaktifkan Password APBD Untuk Anies..!!

Ancaman Keras !!! Prabowo Mengancam Akan Bertindak Tegas Jika Ahok Tidak Menonaktifkan Password APBD Untuk Anies..!!






Prabowo Subianto Ketua Partai Gerindra sekaligus yang mengusung Anies-Sandi sebagia gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta mengatakan ingin bertindak jika Ahok masih tetap menahan password APBD.





Seperti yang kita ketahui bahwa Ahok telah mengunci sistem dana APBD yang hanya diketahui oleh 3 lembaga saja yaitu Gubernur, BPK dan KPK. Dijelaskan oleh Djarot Syaiful Hidayat bahwa Tidak ada pihak yang bisa membongkar APBD DKI 2017 untuk kepentingan tertentu karena sudah dikunci.





Demikian ditegaskan Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menjawab wartawan terkait dengan kemungkinan APBD DKI dibongkar lagi setelah dipastikan adanya pergantian pimpinan di Balai Kota DKI.





"Kami dengan Pak Gubernur Basuki Tjahaja Purnama punya tanggung jawab sampai Oktober 2017. Sebab itu, kita kunci APBD supaya tidak dibongkar. Semua program akan tetap berjalan," kata Djarot di Balai Kota DKI, kemarin.




Mantan Wali Kota Blitar tersebut yakin program yang sudah direncanakan tetap berjalan karena juga didukung DPRD DKI.





"Kami menjaga hubungan baik dengan DPRD DKI. Sebagian besar teman kami di partai. Ketua DPRD juga dari PDI Perjuangan. Jadi kami akan berkoordinasi dengan DPRD DKI memastikan apa yang kami programkan itu bisa tetap diteruskan," tuturnya.





Mengenai program apa saja yang bisa disinergikan dengan Anies Baswedan selaku penguasa baru, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengaku belum membahas secara rinci apa saja yang akan masuk Rancangan APBD 2018.




Dalam pertemuan keduanya di Balai Kota DKI, Kamis (20/4), pembicaraan masih sebatas upaya mendinginkan suasana politik di Jakarta.




Semua masyarakat dan pendukung diminta menciptakan suasana aman dan jangan sampai terpecah.




"Kami cuma membicarakan bagaimana pendukung masing- masing tidak ribut," imbuhnya.




Tentunya hal ini akan menjadi bumerang buat kubu anies-sandi terutama Prabowo, semuanya menjadi kacau balau setelah Sandiaga Uno mengingatkan kembali tentang dana yang sudah dikeluarkan selama kampanye, diputaran pertama saja Sandi menghabiskan dana sebesar 64M, dan diputaran kedua sebesar 17M.







sumber >> suarankri.net

GEMPAR..!! Anies: Tolong Dibereskan Sebelum Gubernur Baru Masuk.!!

Anies: Tolong Dibereskan Sebelum Gubernur Baru Masuk




Calon gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, meminta Gubernur-Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama- Djarot Saiful Hidayat menyelesaikan semua pekerjaannya di Jakarta sebelum berakhir masa jabatan.




Anies berharap Ahok- Djarot tidak mewariskan masalah pada gubernur-wakil gubernur setelahnya.
"Tolong dibereskan dulu sekarang, sebelum gubernur baru masuk. Jadi saya itu pengin, jangan sampai PR-PR itu, sudah biarin nanti gubernur baru yang ngurusin, jangan. Diberesin dulu sekarang, gubernurnya belum ganti, masih enam bulan," kata Anies, saat ditemui di rumahnya, Jalan Lebak Bulus Dalam, Jakarta Selatan, Jumat (28/4/2017) siang.




Anies menuturkan, beberapa pelanggaran kerap dilakukan sejumlah warga yang menolak atau tidak tahu pada aturan yang berlaku. Dia mencontohkan munculnya juru parkir liar di ruang publik terpadu ramah anak (RPTRA) Kalijodo.




Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu, Ahok-Djarot harus lebih tegas untuk menyelesaikan parkir liar di Kalijodo.




"Untuk yang masih bertugas, ditegakkan aturannya gimana, ditegakkan. Jangan sudahlah nanti gubernur baru yang ngurusin," tutur Anies.






Terkait Pilkada DKI Jakarta 2017, pasangan Anies-Sandi unggul dalam perolehan suara putaran kedua dari pasangan petahana Ahok-Djarot berdasarkan hasil real count formulir C1 atau sertifikat hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU DKI Jakarta melalui Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng).




Melalui sistem itu, Anies-Sandi diketahui memeroleh 57,95 persen suara, sedangkan pasangan Ahok-Djarot meraih 42,05 persen perolehan suara.




Anies-Sandi unggul di semua wilayah di DKI Jakarta berdasarkan hasil real count formulir C1 tersebut.




Sumber >> nkribersatu.com

MENGEJUTKAN..!!! Cerita Dibalik Rencana Kemenangan Ahok-Djarot yang Gagal Total dan Tak Kunjung Move On

MENGEJUTKAN..!!! Cerita Dibalik Rencana Kemenangan Ahok-Djarot yang Gagal Total dan Tak Kunjung Move On





Sejak pagi ruang konperensi pers di Hotel Pullman, jalan Thamrin Jakarta, sudah usai berdandan. Ballroom yang menjadi Posko Pemenangan itu sudah dipesan hari sebelumnya.
Panggung dihias dengan kalimat KEMENANGAN.








Gambar bendera 6 partai pendukung Paslon nomor 2 berjejer rapi di bagian bawah spanduk yg lebar.
Lambang2 partai itu mengusung sebuah Tulisan warna hitam di atasnya: '#Ba2ukiDjarotMenang'. Sebuah perpaduan huruf dan angka warna hitam nan kontras yg tercetak di atas sebentang besar kain putih.




Tulisan itu dimaksudkan untuk menjadi Hashtag Kemenangan. Karena beberapa jam ke depan, bisa dipastikan hashtag #Ba2ukiDjarotMenang akan memuncaki Trending Topic Dunia di medsos.





Di atas 2 meja panjang bagian depan, telah digelar Taplak bermotif Kotak-Kotak berlipit indah. Disisinya berjejer rapi kursi-kursi yg akan diduduki Paslon Pemenang dan Para Ketua Partai Pengusung.



Motif taplak itu persis sama dng motif baju kotak-kotak, yg selama ini diyakini begitu lekat membawa Aura Kemenangan.


Di sudut-sudut ruang, Sound System telah siap membahanakan Pekik Kemenangan.




Semua membayangkan, Rumah Lembang yg kerap penuh dengan gelak tawa itu, tak akan ada apa2 nya dibandingkan dng suasana riuh gembira siang nanti.




Bagai halaman Rumah Pegangsaan yg legendaris itu, Ruang tempat akan diproklamasikannya Kemenangan Ahok-Djarot inipun, akan menjadi Saksi Sejarah sebuah Kemenangan Pilkada yg sangat mengharu-biru.



Sebuah Pertarungan yg menghabiskan tenaga, suara, sembako, sapi, dan kursi roda.





Betapa sebuah Kemenangan Pilkada rasa Pilpres telah di ambang mata.





Siang itu, di ruang itu, sebuah skenario yg rapi, rekaman pemandangan yg indah, dan rencana perayaan meriah, telah selesai dipersiapkan.




Tak jauh dari Hotel megah itu, hanya berjarak sepelemparan pandang, Bundaran Hotel Indonesia pun akan disesaki pemandangan kotak-kotak merah hitam.





Relawan yg diwawancarai stasiun televisi menyebutkan, ribuan manusia dari berbagai penjuru telah bersiap datang ke tempat itu. Transportasi dipesan. Atribut2 sudah di tangan. Spanduk siap untuk dibentangkan.





Ia mematangkan rencana untuk mengambil alih lokasi itu lebih dahulu, sebelum dikuasai oleh kubu lawan.




Rencana pihak lawan bahwa mereka akan menuju Monas dan memilih menyesaki shalat Maghrib berjamaah di Masjid Istiqlal jika jagoannya menang, rupanya tak terendus oleh mereka.




Memang Bundaran HI selama ini adalah kawasan demonstrasi yg strategis. Gambar2 yg direkam di sekeliling air mancur dan patung Selamat Datang yg tegas menjulang itu, selalu menakjubkan.





Apalagi ini Pilkada Jakarta. Rekaman Perayaan Kemenangannya akan terumbar hingga ke mancanegara.
Memenangi Bundaran HI berarti melengkapi Simbol2 Kejayaan.





Tak hanya di tengah kota Jakarta.





Di pulau-pulau yg bertebaran di Teluk Jakarta pun, Pesta Besar Kemenangan telah disiapkan.
Dua puluh tiga sapi besar nan sehat siap mengenyangkan perut-perut manusia di seberang lautan.





Kapal yg disewa khusus untuk mengangkut hewan2 bernilai ratusan juta di hari tenang itu, telah berangkat lebih dahulu.





Sapi2 itu melaju di atas keruhnya lumpur reklamasi dan kapal2 nelayan, tanpa menunggu lebih dulu datangnya hari pencoblosan, maupun menanti selesainya penghitungan suara.





Toh pekik Juara sudah di sudut bibir, harumnya aroma Angka hitung cepat telah tercium, dan gempita Kemenangan sudah di pelupuk mata.





AKHIRNYA, sampailah semua di hari Rabu yang pongah.





Detik demi detik terlalui. Menit demi menit terlampaui, dan jam pun terlewati.
Dan begitulaah...


Cerita berakhir jauh dari harapan.



Mata-mata nanar menatap layar kaca. Hati remuk redam dilanda kegundahan.
Gelap dan kelam.




Kenyataan itu datang bersama sore.
Galau, gulana, dan rasa terhempas mewarnai senja.





Gulita bergayut merata di Pullman, di pancuran HI, di pulau-pulau, di sudut-sudut kota, dan di pelosok-pelosok hati.





Timses ahli merencanakan.
Rakyat cerdas memutuskan.
Dan Tuhan Yang Maha Menentukan.
Hari ini,





terhitung hari Hisab di bawah langit Jakarta itu sudah berlalu sekian hari. Tapi mendung masih menggelayut di sebagian hati warga Jakarta.





Tanpa disadari, kadang proses Pilkada menjadi cerminan watak dan nafsu tentang bagaimana kekuasaan kelak akan dijalankan. Cara kampanye yg brutal dan politik uang menjadi barometer keserakahan.





Sebagian yg bijaksana mengatakan, manusia hanya memanen apa yg dia tanam. Dan setiap dari kita akan Dipaksa mengunduh apapun hasil dari perbuatan.





Memang betul. Merencanakan sebuah Pesta KEMENANGAN itu lebih mudah. Bahkan seolah jadi Keharusan. PADAHAL KEKALAHAN LAH YANG HARUSNYA LEBIH DIPERSIAPKAN.




*Mupon... mupon!


Seringkali nasehat itu seolah hanya berlaku untuk orang lain.





Tak terbayangkan sebelumnya jika kata-kata yg mudah meluncur dari bibir kotak-kotak itu, bahkan tidak pernah pergi kemana-mana. Karena nasehat itu ternyata diperlukan untuk mengobati perih di diri mereka sendiri.
Jadii..




Tak perlu lagi kita sarankan Mupon. Toh kata berbalut canda itu tengah mereka nikmati. Lebih baik kita semua berdoa untuk keselamatan negeri.





Seperti kalimat pepatah-petitih nan bijak, "Pain comes with time.. but Time will heal the pain."
Semoga sang Waktu akan menyembuhkan luka-luka itu.





Semoga rangkaian kalimat di papan-papan itu bisa memulihkan lara yang terlanjur merobek jiwa.
Semoga Ribuan Bunga-Bunga dapat mendamaikan hati yang terlanjur menganga.





TIME WILL DO THE MUPON.
PERCAYALAH...












sumber >> ngelmu.id

Kamis, 27 April 2017

Gemparrr..!!! Fadli Zon Sebut Karangan Bunga Pencitraan Murahan,,,! Ini Kata Djarot,,,

Gemparrr..!!! Fadli Zon Sebut Karangan Bunga Pencitraan Murahan,,,!  Ini Kata Djarot




Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menanggapi santai pernyataan Wakil Ketua DPR Fadli Zon yang menyebut ribuan karangan bunga di Balai Kota sebagai pencitraan murahan. Djarot mengatakan apa pun yang diberikan oleh warga adalah sesuatu yang mahal.




"Pencitraan? Pencitraan murahan? Nggak apa-apa sih, tapi bagi kami itu suatu hal yang mahal, satu hal mulia," kata Djarot sambil tersenyum di Balai Kota, Jalan Medan Selatan, Jakarta Selatan, Kamis (27/4/2017).





Kiriman karangan bunga tersebut, bagi Djarot, merupakan suatu hal yang berharga. Apalagi ribuan karangan bunga tersebut berisi semangat yang berasal dari warga Jakarta.




"Satu hal yang berharga mendapatkan apresiasi yang tulus dari warga Jakarta," ujarnya.





Baginya, apresiasi ini menjadi sejarah tersendiri selama dia menjabat Wakil Gubernur DKI. Meski ada pihak yang tidak suka atas perhatian warga ini, Djarot tetap mengucapkan terima kasih kepada warga.





"Disampaikan dengan penuh cinta, dengan penuh bunga, bunga itu kan tanda cinta. Jadi terima kasih," tuturnya.






sumber >> news.detik.com

Rabu, 26 April 2017

Sindiran Kerass Eep Saifulloh kepada Syafi’i Ma’arif di Acara ILC






Ada hal menarik saat acara ILC (Indonesia Lawyers Club) di TV One malam ini, Selasa 25 April 2017, dimana tema yang dibawakan adalah “Merajut Jakarta Kembali”. Sebuah tema yang cukup membangun karena merupakan bagian menampung ide dan pemikiran berbagai kalangan tetang bagaimana merajut kembali kerenggangan, ketegangan maupun “luka” selama pelaksanaan pilkada DKI.




Salah satu yang diwawancarai adalah Syafi’i Maarif yang dikenal sebagai sesepuh oleh banyak kalangan. Melalui teleconference beliau menyebutkan beberapa hal yang sangat positif diantaranya mengapresiasi sikap Ahok-Jarot yang telah memberikan selamat dan dinilainya sebagai sikap positif dan berjiwa besar.





Selain itu Syafi’i Ma’arif juga menganjurkan semua pihak untuk menganggap bahwa gubernur terpilih adalah gubernur bagi semuanya, dan harus diakui oleh semuanya. Hasil selisih 15% itu menandakan legalitas Anies-Sandi cukup kuat terpilih dalam pilkada yang bermartabat.




Tetapi saat menutup statemennya Syafi’i Ma’arif menganjurkan gubernur terpilih Anies-Sandi supaya jangan mendekati kelompok yang keras atau radikal karena berkaca pada tragedi perang Suriah yang mengakibatkan korban nyawa ratusan ribu orang, dan itu diprofokasi kelompok semacam ISIS.




Sebuah clossing yang cukup membuat banyak orang termsuk Anies sendiri terdiam karena merasa ada sesuatu yang mengganjal. Pertama, menjadi ada yang dituding sebagai pro ISIS dan ini cukup bisa membuka peluang salah paham.




Kedua, kurang pas dengan tema “Merajut Jakarta Kembali ” malah seolah membuka front baru dengan kelompok yang tidak disebut namanya tapi dianggap pro radikal.





Untunglah setelah Syafi’i Maarif giliran Eep Saifulloh Fatah yang dianggap mewakili lembaga survei memberikan pandangannya yang cukup brillian, beradab, mencerdaskan sekaligus menyejukkan.





Saat ditanya mengapa ada cukup banyak hasil survei yang kurang pas hasil pilkada?, Eep yang merupakan pemilik lembaga survey Markpool menyindir halus adanya kepentingan dan aviliasi serta dibayarnya sebagian lembaga survei, tetapi di titik ini Eep terlihat tidak ingin lebih jauh menguliti lembaga survei yang dimaksud, agar tema merajut kembali jakarta benar-benar bisa dicapai.





Dan saat penutup itulah Eep dengan cara cerdas dan sopan santun mengoreksi statemen Syafi’i Maarif bahwa jika ingin merajut dan memperbaiki kembali Jakarta maka gubernur Anies-sandi harus merangkul semua kelompok, jangan malah dihimbau untuk jangan mendekati kelompok ini dan itu.




Eep Bahkan menganjurkan gubernur terpilih utuk membentuk semacam dewan penasehat gubernur yang terdiri dari semua mantan gubernur DKI termasuk Ahok untuk memberikan saran dan masukan dalam Anies-Sandi menjalankan tugasnya.




Menutup statemennya, Eep mengingatkan agar monas bukan dibebaskan dari aktifitas warga atau dilarang digunakan, tetapi seharusnya diperbolehkan digunakan oleh semua kelompok agama; Islam, Kristen, Budha dan Hindu sehingga semua merasa lega dan merasa memiliki.





Dan hendaknya publik yang arif pun jangan memperpanjang statemen Syafii Ma’arif, kita berprasangka baik mugkin faktor usia beliau dan kurang konsentrasi menyebabkan keluarnya sedikit statemen yang kurang bijak. Sebuah kewajaran sebagaimana kadang kita juga terpeleset lidah, asal segera disadari dan tidak dijadikan prinsip untuk mencurigai apalagi melabeli kelompok lain yang juga menjaga NKRI ini dengan label radikal








Sumber >> posmetro.info

GEMPARR..!! Habib Rizieq : Inilah Beberapa Kejadian Pertolongan Allah Di Pilkada DKI

Saat Pilkada DKI digelar dan dimenangkan oleh Pasangan Gubernur Muslim, ada beberapa cerita ataupun kejadian di luar nalar dan merupakan tanda pertolongan dari Allah.





Hal ini disampaikan oleh Habib Rizieq Syihab dalam ceramahnya dihadapan umat islam tentang kejadian-kejadian di Pilkada DKI yang merupakan pertolongan dari Allah.


Suatu kesempatan ada pertemuan yang digelar untuk memberikan dukungan kepada calon yang non muslim. Dan panitia sudah berpesan kepada penceramah agar dalam ceramah nya disampaikan tentang boleh nya memilih pemimpin non muslim.





Tiba saat nya ceramah dan ketika sang penceramah menyampaikan seputar Pilkada DKI, tiba-tiba dengan lantang nya sang penceramah menyampaikan bahwa memilih pemimpin dari golongan non muslim adalah haram. dan Wajib bagi umat islam memilih pemimpin muslim.



Para panitia kaget langsung menghampiri sang penceramah dan meminta nya untuk berhenti. saat ditanya kepada sang penceramah mengapa ia mengharamkan memilih pemimpin non muslim, jawab nya ia juga tidak tahu dan tidak sadar mengucapkan hal tersebut.




Di lain kesempatan ada lansia yang telah menerima sembako dan dipesan agar memilih pasangan nomor dua. Kemudian sesuai pesan maka lansia ini pun memiilh nya sesuai urutan. karena ada 2 pilihan maka ia pun menghitung nya dari kiri kanan, "satu.., dua" akhirnya yang dipilih pasangan yang ada disebelah kanan yaitu pasangan gubernur muslim yang notabene pasangan nomer 3.







SUMBER >> ngelmu.id






Senin, 24 April 2017

Mengejutkan..!! Ferdinand: Kekalahan telah Menghukum Keangkuhan Kekuasaan yang Bahkan Menantang Tuhan

Mengejutkan..!! Ferdinand: Kekalahan telah Menghukum Keangkuhan Kekuasaan yang Bahkan Menantang Tuhan







Terkaparnya Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dalam pemilihan gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta putaran kedua dengan perolehan di bawah pasangan Anies Baswedan Sandiaga Uno, meruntuhkan semua pencitraan yang dibangun gubernur DKI Jakarta selama ini.




Padahal, barisan pendukung dengan mendapat asupan dari partai-partai pemerintah dan bahkan campur tangan kekuasaan di belakang Ahok seakan tidak berdaya, dengan pilihan masyarakat Jakarta. Meski, pencitraan soal figur Ahok yang bersih dan pemberani dalam mengambil keputusan tidak cukup membuat para pemilik suara Ibu Kota memilih dirinya.




Aktivis yang juga Tokoh Rumah Amanah Rakyat (RAR) Ferdinand Hutahaean mengatakan bahwa ada sarat makna besar atas kekalahan Ahok yang mengarah kepada kekuasaan besar di negeri ini.




“Kekalahan Basuki Tjahaja Purnama kemarin adalah sebuah kekalahan yang sarat makna, sebuah kekalahan sempurna yang pesannya harus dipahami terutama oleh kekuasaan,” kata Ferdinand, di Jakarta, Senin (24/4).




Dalam kekalahan Ahok itu, sambung Ferdinand, ada pesan yang menjadi teguran keras yang dialamatkan ke jantung kekuasaan. Bahwa tidak ada kekuasaan manapun yang mampu mengalahkan kekuasaan Tuhan Yang Maha Esa.




“Tidak ada kekuasaan manusia manapun yang mampu membendung doa rakyat tertindas serta tidak ada kekuasaan manapun yang boleh menantang kekuasaan Tuhan. Itulah pesan yang menjadi teguran keras kepada penguasa, dan elit-elit politik yang melihat masalah bangsa ini hanya dari sudut pandang sempitnya saja tanpa mau melihat dari sudut pandang luas masyarakat,” papar dia.




Sebab, kata Ferdinand, kekuatan Anies-Sandi bila dilihat dari partai yang mendukung yakni Partai Gerinda, PKS dan PAN jelang pencoblosan tidak sebanding dengan kekuatan yang dimiliki seorang Ahok yang berstatus sebagai si penista agama.




Adalah, Nasdem, PDIP, Golkar, bahkan PPP dari kedua kubu dan PKB ikut merapat mendukung pencalonan Ahok. Tidak hanya itu saja, bahkan keberhasilan Ahok mampu melobi para pemuka agama Islam, terutama dari kalangan Nahdlatul Ulama, termasuk aktivis dari badan otonom Ormas Islam tersebut, seperti GP Ansor, tidak jadi jaminan mereguk kemenangan.




“Kekalahan telah menghukum kepongahan dan keangkuhan selama ini yang dipertontonkan oleh kekuasaan. Ahok bahkan sesumbar akan menantang Tuhan dan melawan seisi Republik ini seraya merasa dirinya adalah makhluk suci tanpa dosa,” ujarnya.




“Keangkuhan seorang manusia yang sesungguhnya hina atas segala kecongkakan. Ahok kalah, Ahok dihukum, doa rakyat tertindas, doa Umat yang menangis terkabul, Jakarta pun akhirnya memilih Gubernur baru,” tandas dia.






sumber >> http://www.posmetro.info/2017/04/ferdinand-kekalahan-telah-menghukum.html?m=1

Sabtu, 22 April 2017

SKAK MATTT..!! Kemarin Dukung Hingga Berikan Gelar "Sunan" Untuk Ahok, Sekarang Begini Harapan GP Ansor Kepada Anies-Sandi

SKAK MATTT..!! Kemarin Dukung Hingga Berikan Gelar "Sunan" Untuk Ahok, Sekarang Begini Harapan GP Ansor Kepada Anies-Sandi




Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor menitipkan amanat kepada pasangan calon  Anies Baswedan-Sandiaga Uno agar menjadikan DKI Jakarta sebagai "rumah bersama".



"GP Ansor mengucapkan selamat terpilihnya Anies-Sandi sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI 2017-2022 dan menitipkan harapan besar agar DKI menjadi rumah bersama," kata Ketua Umum PP GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Kamis (20/04/2017) seperti dikutip Antaranews.com.




Qoumas mengakui, berdasarkan pemantauan melalui berita dan media sosial yang dilakukan di War Room Ansor, GP Ansor mendapatkan hasil pasangan Anies-Sandi memenangkan Pilkada DKI putaran kedua dengan selisih suara yang cukup signifikan.




Yoqut menuturkan DKI Jakarta sebagai rumah bersama berdasarkan nilai Islam Nusantara yang toleran, penuh rahmat, jauh dari radikalisme, sesuai Pancasila dan kebhinekaan.




Yoqut menegaskan GP Ansor siap bekerja sama dan membantu Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang ramah dan merangkul seluruh lapisan masyarakat yang berbeda dari pandangan agama maupun politik.



Yoqut juga menyerukan seluruh sahabat, kader, anggota dan pengurus GP Ansor maupun Banser tetap bersiaga menjaga kondisi keamanan dan progresif bagi pembangunan DKI Jakarta yang terbuka.




Sebelumnya, GP Ansor didatangi oleh Cagub-Cawagub Ahok-Djarot. Dalam pertemuan tersebut, GP Ansor terang-terangan mendukung pasangan nomor urut dua itu. Bahkan, Ahok yang seorang Kristen digelari Sunan Kalijodo. Tidak berhenti sampai disini, sehari sebelum Pilkada putaran kedua, Banser GP Ansor melakukan apel kebangsaan di kawasan Ragunan, Jakarta Selatan.




Sementara di Kramat Raya, Banser GP Ansor bersama sejumlah preman dari kawasan Timur Indonesia terlibat dalam penyerbuan rumah Ketua DPD FPI DKI Jakarta.




Sumber >> faktamedia.net

Jumat, 21 April 2017

GEGERR..!! Hotman Paris Bersedia Pimpin Perlehatan Adat Batak untuk Acara Potong Kuping Ruhut




Pengacara Hotman Paris Hutapea menagih janji Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, memotong kuping apabila Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kalah dalam pegelaran Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.



Hotman Paris mengatakan Ruhut berulang kali sesumbar akan memotong kuping baik saat Pilkada DKI Jakarta putaran pertama maupun putaran kedua.



"Apakah sekarang tiba waktunya untuk Perlehatan Potong 2 Kuping? Kapan dan di mana ? Apakah acara potong kuping perlu dibuat Upacara Tor-Tor Adat Batak dengan acara Gondang Batak Bertalu-talu. Hotman Paris bersedia menjadi Raja Parhata (pemimpin adat)," katanya di Jakarta, Kamis (20/4/2017).



Ia menyindir Ruhut akan menjadi kutu loncat dan beralih dari mendukung Ahok ke Anies Baswedan. Ia mengatakan Ruhut memiliki kebiasaan mendekat ke kubu pemenang dan menjauhi kubu yang kalah.




"Sudah tiba waktu mulai mendekat ke kubu Anies? Dan mulai dipersiapkan kata-kata pujian seperti dulu pujian ke SBY, yaitu Anies sebagai bapak bangsa, bapak yang amat bijaksana dan lain-lain. Jadi, teringat saat masa mesra Ruhut dan SBY dulu beredar di medsos berita berjudul Ruhut: Jokowi Tukang Mebel Cuma Nasib Jadi Gubernur DKI," sindirnya.



Adapun, sejumlah lembaga survei merilis hasil hitung cepat (quick count) dengan menempatkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan- Sandiaga Uno unggul atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam putaran kedua pilkada DKI Jakarta. Adapun, Ruhut merupakan timses paslon Ahok-Djarot.





Sumber >> posmetro.info