Tampilkan postingan dengan label BENTROK. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BENTROK. Tampilkan semua postingan

Jumat, 21 April 2017

GEGERR..!! Hotman Paris Bersedia Pimpin Perlehatan Adat Batak untuk Acara Potong Kuping Ruhut




Pengacara Hotman Paris Hutapea menagih janji Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok-Djarot, Ruhut Sitompul, memotong kuping apabila Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) kalah dalam pegelaran Pemilihan Gubernur DKI Jakarta 2017.



Hotman Paris mengatakan Ruhut berulang kali sesumbar akan memotong kuping baik saat Pilkada DKI Jakarta putaran pertama maupun putaran kedua.



"Apakah sekarang tiba waktunya untuk Perlehatan Potong 2 Kuping? Kapan dan di mana ? Apakah acara potong kuping perlu dibuat Upacara Tor-Tor Adat Batak dengan acara Gondang Batak Bertalu-talu. Hotman Paris bersedia menjadi Raja Parhata (pemimpin adat)," katanya di Jakarta, Kamis (20/4/2017).



Ia menyindir Ruhut akan menjadi kutu loncat dan beralih dari mendukung Ahok ke Anies Baswedan. Ia mengatakan Ruhut memiliki kebiasaan mendekat ke kubu pemenang dan menjauhi kubu yang kalah.




"Sudah tiba waktu mulai mendekat ke kubu Anies? Dan mulai dipersiapkan kata-kata pujian seperti dulu pujian ke SBY, yaitu Anies sebagai bapak bangsa, bapak yang amat bijaksana dan lain-lain. Jadi, teringat saat masa mesra Ruhut dan SBY dulu beredar di medsos berita berjudul Ruhut: Jokowi Tukang Mebel Cuma Nasib Jadi Gubernur DKI," sindirnya.



Adapun, sejumlah lembaga survei merilis hasil hitung cepat (quick count) dengan menempatkan Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan- Sandiaga Uno unggul atas pasangan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat dalam putaran kedua pilkada DKI Jakarta. Adapun, Ruhut merupakan timses paslon Ahok-Djarot.





Sumber >> posmetro.info

Senin, 17 April 2017

SEMAKIN TERBONGKAR ..!!! Ternyata Otak Intelektual Penyerang Novel Baswedan terkait Salah Satu Cagub DKI



TAK DI SANGKA..!!! Ternyata Otak Intelektual Penyerang Novel Baswedan terkait Salah Satu Cagub DKI




Sinyalemen gawat dilontarkan Koordinator Sahabat Anies-Sandi, Anggawira, terkait penganiayaan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan. 



Anggawira menyebut aktor intelektual penyerang Novel Baswedan. “Otak intelektual penyerang Novel adalah Bos Perusahan EMKL (Ekspedisi Muatan Kapal Laut-red) yang terkait salah satu cagub,” tulis Anggawira di akun Twitter  @anggawira_good.



Tak hanya itu, Anggawira mendesak Mabes Polri  untuk segera mengumumkan tersangka penyerang Novel. “Kita minta dari Mabes Polri mengumumkan tersangka. Aktor intelektual penyerang Novel, Pengusaha Cina Papua,” tulis @anggawira_good.



"Jika melihat laporan di lapangan, ini ada indikasi bahwa aktor intelektual adalah orang yang terafiliasi dengan salah satu paslon Pilkada DKI. Jika indikasi ini benar, maka kaitan teror Novel dengan Pilkada DKI sangatlah erat," tutur Anggawira seperti dikutip fajaronline (16/04).



Anggawira meminta pihak kepolisian untuk segera memproses secara tegas agar masyarakat bisa lebih jernih mengetahui masalah yang terjadi di Jakarta. "Kami meminta pihak kepolisian untuk tindak tegas pelaku teror seperti ini. Seharusnya mudah, teroris aja mudah ketangkap jika memang diproses secara serius," kata Angga.





sumber >> http://itoday.co.id 

Sabtu, 25 Maret 2017

AMARAH MELUAPP..!! Jawara Bekasi Serukan Umat Islam Teruskan Perjuangan Tolak Gereja Santa ClarA

AMARAH MELUAPP..!! Jawara Bekasi Serukan Umat Islam Teruskan Perjuangan Tolak Gereja Santa Clara



Tokoh Jawara Bekasi, H Damin Sada angkat bicara terkait aksi Umat Islam menolak pembangunan Gereja Santa Clara.


Menurutnya, kalau bicara toleransi, selama ini masyarakat Bekasi sudah sangat toleransi terhadap kaum minoritas.


“Kalo bicara rumah ibadah, gereja lebih banyak daripada masjid. Apakah kita kurang toleransi?” kata Tokoh Jawara Bekasi, H. Damin Sada, di depan SMK Panjatek, Jalan Lingkar Utara, Bekasi Utara, Jum’at (24/3/2017).


Dalam aksi umat Islam di lokasi pembangunan Gereja Santa Clara guna menolak perizinan dan pembangunan Gereja Santa Clara, Damin Sada menjelaskan makna toleransi.


“Toleransi itu saling menghargai, yang mayoritas menyayangi minoritas, yang minoritas menghargai mayoritas,” tuturnya.


Ia menambahkan, “Kalau umat Islam mayoritas, di situ akan damai, karena apa? Karena umat Islam tidak memaksakan. Itulah makna toleransi,” ujarnya.


“Di sini beda, toleransi itu mendirikan rumah ibadah di tempat mayoritas, tidak menghargai (itu)!” imbuhnya.


Oleh karenanya, Tokoh Jawara Betawi, H Damin Sada berharap aksi menolak perizinan dan pembangunan Gereja Santa Clara terus berlanjut.


“(Jadi) saya berharap, teruskan perjuangan ini dan kita jadikan Bekasi bukan hanya Kota Patriot tapi kota yang Islami,” tandasnya. [DP



Sumber>> panjimas.com

Senin, 20 Maret 2017

SEMAKIN PANAS...!!! BELA MYANMAR, CHINA : KAMI SIAP UMUMKAN PERANG!

SEMAKIN PANAS...!!! BELA MYANMAR, CHINA : KAMI SIAP UMUMKAN PERANG!



China mengeluarkan statement yang mengejutkan. Melalui Menteri Pertahanannya, China mengungkapkan akan membela Myanmar jika Turki ingin memburu Biksu Wirathu. Bahkan China mengancam akan umumkan perang

Seperti dilansir RakyatSumatera.com dari situs Russia Today, Menteri Pertahanan China Chang Wanquan meminta kepada militer, polisi, dan warga sipil agar siap membela dan mempertahankan kedaulatan Myanmar.

“Ancaman keamanan nasional semakin serius. Terutama, datang dari wilayah laut. Karena itu, militer, aparat penegak hukum, serta warga negara sipil harus mempersiapkan diri dalam perang rakyat,” ungkapnya.

Pernyataan Wanquan ini datang saat meninjau instalasi militer di pesisir Zhejiang, Provinsi China Timur.

Wanquan mengungkapkan bahwa rencana Turki ikut campur karena ingin masuk ke wilayah China.

"Turki hanya mencari alasan untuk bisa menyusup ke wilayah China," katanya.

China juga telah membangun sejumlah landasan dan instalasi militer di terumbu karang dan pulau-pulau buatan yang diklaim oleh sejumlah negara di Asia Tenggara dan Taiwan.

Selain itu, China dan Rusia menggelar latihan gabungan Angkatan Laut. Latihan ini dilakukan secara rutin, yang bertujuan memperkuat kerja sama militer kedua negara.

Hal tersebut diungkapkan oleh Juru Bicara Kementerian Pertahanan China, Yang Yujun.

“Ini adalah latihan rutin kedua angkatan bersenjata. Guna memperkuat pengembangan kemitraan kerja sama strategis,” tutupnya.


ANCAMAN KERAS...!!! BIKSU WIRATHU : LIHATLAH KAMI, PELURU AKAN KAMI TERJANG, TAKDIR KAMI UNTUK MUSNAHKAN MUSLIM..!!!

ANCAMAN KERAS...!!! BIKSU WIRATHU : LIHATLAH KAMI, PELURU AKAN KAMI TERJANG, TAKDIR KAMI UNTUK MUSNAHKAN MUSLIM..!!!



Ancaman yang diteriakkan oleh seorang Biksu Myanmar akan melakukan aksi balas dendam ke Aceh, ternyata bukanlah HOAX dan gertakan saja. Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan video yang memperlihatkan para pasukan elit ahli kungfu yang sedang berlatih dan mempertunjukkan keahliannya, dan akan segera dikirim ke Aceh. 



Dalam video tersebut, terlihat ada tiga skill tenaga dalam yang dimiliki setiap personel, yaitu: kebal senjata, kebal bor listrik dan dapat melumpuhkan lawan sebanyak 10 orang dalam waktu 3 menit. Segala jenis senjata yang terbuat dari besi tidak dapat menembus kulit. 



Hanya warna merah saja yang terlihat akibat terkena benda tajam. Begitu juga dengan aliran listrik, dalam skala tertentu, badan mereka akan tetap kebal dari sengatan listrik.



Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya. “Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini.



Agar kedamaian tercipta abadi,” ancamnya. Biksu bernama lengkap Ashin Wirathu itu menyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu. Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menyerang Aceh dan nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka. Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mendengar nama biksu dari Mandalay tersebut.


Pria kelahiran 1968 itu putus sekolah pada usia 14 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjadi biksu. Nama Ashin Wirathu mencuat setelah dia terlibat dalam kelompok ekstremis antimuslim “969” pada 2001. Karena aksinya, pada 2003 dia dihukum 25 tahun penjara.


Namun, pada 2010 dia sudah dibebaskan bersama dengan tahanan politik lainnya. Di Aceh, sebagaimana diketahui bahwa Untuk pertama kalinya Qanun Jinayat atau peraturan daerah yang mengatur hukuman pidana di Aceh diterapkan terhadap penganut Buddha. Eksekusi hukum cambuk itu dilakukan Jumat, 10 Maret 2017, terhadap dua orang penganut Buddha yang dituduh terlibat judi sabung ayam. Alem Suhadi, 57 tahun, dan Amel Akim, 60 tahun, adalah keturunan etnis Cina dan termasuk minoritas Buddha. 



Mereka dicambuk di depan puluhan pejabat lokal dan ratusan penduduk di Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Aceh. Kedua pria itu meringis karena menerima masing-masing sembilan dan tujuh cambukan di punggung mereka. 



Jumlah cambuk itu sudah dikurangi karena mereka telah ditahan lebih dari satu bulan sejak polisi menangkap mereka saat beradu ayam di Aceh Besar pada Januari 2017. “Ketika mereka ditangkap, polisi menyita dua ekor ayam dan uang taruhan Rp 400 ribu,” kata jaksa Rivandi Aziz.




sumber >> rakyatsumatera.com 

Minggu, 19 Maret 2017

ALLAHUAKBAR...!!! Akhirnya Rohingya Angkat Senjata Hadapi Myanmar Berkat Semangat dari Ind..





Kaum minoritas muslim Rohingya tak lagi berdiam diri. Lewat kelompok bernama Harakah al-Yaqin, sebagian dari mereka kini memilih berdiri dan angkat senjata melawan pemerintah Myanmar, yang telah berpuluh tahun menindas penduduk Rohingya.



"Orang-orang kami telah dianiaya selama 50–60 tahun. Ini membuat para gerilyawan mendulang dukungan," kata Rahim, seorang guru dari Desa Dar Gyi Zar di utara Maungdaw, Rakhine, seperti dikutip Reuters kemarin. Rahim termasuk di antara 70 ribu orang Rohingya yang terpaksa kabur ke Bangladesh selepas insiden berdarah Oktober lalu.

Rahim bukan anggota Harakah al-Yaqin-istilah Arab untuk Gerakan Orang-orang yang Berkeyakinan. Begitu pula Muhammad Shah, 26 tahun, warga Rohingya dari Desa Yae Khat Chaung Gwa Son di Rakhine, barat laut Myanmar. Namun Shah mengklaim bahwa ia menyadari aktivitas kelompok itu sekitar enam bulan sebelum serangan Oktober meletus.


Dalam sejumlah kesempatan, Shah melihat sekitar 30 pemuda lokal, yang diyakininya menjadi anggota Harakah, tengah berlatih militer di sebuah lahan bekas hutan di dekat desanya. Mereka berlatih dengan senjata kayu. "Saya mendukung mereka," kata dia.



Harakah al-Yaqin mendalangi tiga serangan pada 9 Oktober 2016. Saat itu kelompok gerilyawan ini diduga menyerang pos-pos perbatasan dekat Bangladesh, menewaskan sembilan polisi Myanmar. Tentara Myanmar melancarkan serangan balik. Rumah-rumah di desa-desa Rohingya diserbu dan dibakar. Ratusan orang tewas dalam aksi balasan itu, memicu gelombang besar pengungsi Rohingya ke Bangladesh.

Seorang anggota senior Harakah, Mohammed Noor, yang ditangkap bersama 13 anak buahnya, bulan lalu divonis mati karena terbukti memimpin salah satu serangan itu. "Mereka melatih (penduduk lokal) karate dan menembakkansenjata," kata Kapten Polisi Yan Naing Latt, penyelidik yang memeriksa para tersangka di penjara Sittwe. 



Laporan International Crisis Group menyebutkan bahwa Harakah al-Yaqin dipimpin oleh Ata Ullah, seorang Rohingya yang lahir di Pakistan dan tumbuh di Arab Saudi. Ata pernah muncul dalam sebuah rekaman video di Internet. Ia mengutip ayat Al-Quran dan menyerukan "jihad" di Rakhine, tempat bagi 1,1 juta warga minoritas muslim Rohingya.



Beberapa warga desa Rohingya membenarkan bahwa pria dalam video itu salah seorang dari mereka yang pernah memimpin perekrutan dan pelatihan di desa-desa. "Dia sering ke sini. Dia berkata ke penduduk desa bahwa ia akan memperjuangkan hak-hak kami," kata seorang guru sekolah dari Desa Kyar Gaung Taung.

Pemerintah Myanmar mengklaim Ata dan pentolan Harakah lainnya, seorang warga Pakistan, pernah ikut pelatihan teroris dengan Taliban. Tapi  belum ada bukti kuat yang mengaitkan Harakah dengan sejumlah kelompok ekstremis global, seperti faksi Al-Qaidah di India, Tehreek-e-Taliban di Pakistan, hingga Negara Islam Irak dan Suriah.

Seorang perwira intelijen senior militer Myanmar mengatakan Harakah telah merancang perlawanan sejak 2013. Namun mereka baru dapat menghimpun kekuatan dan dana mulai 2015. "Mereka merekrut ratusan pemuda muslim dan berpendidikan," kata dia.

Sejumlah anggota kelompok itu adalah para pelajar madrasah dan penjaga masjid yang frustrasi setelah pemerintah Myanmar menutup sekolah dan tempat ibadah kaum muslim Rohingya selepas kerusuhan hebat 2012. "Kami meraup dukungan anak sekolah hingga orang tua," kata seorang pentolan Harakah kepada jurnalis Dhaka Tribune, Adil Sakhawat. 

Kebangkitan Milisi Rohingya
Sekitar selusin orang Rohingya telah berbicara kepada Reuters mengenai aktivitas Harakah al-Yaqin. Kelompok militan itu diketahui melancarkan serangan mematikan terhadap pos-pos polisi perbatasan pada Oktober tahun lalu. Konflik komunal telah lama berlangsung di Rakhine, negara bagian di barat laut Myanmar, tempat bagi 1,1 juta warga muslim Rohingya. Mereka kerap diperlakukan diskriminatif oleh penduduk mayoritas Buddha.

Penduduk desa menggambarkan kelompok kecil pemberontak yang dipimpin seorang keturunan asing merekrut ratusan anak muda, melatih mereka secara sembunyi-sembunyi selama berbulan-bulan di ladang dan hutan.

SEMAKIN MEMANAS...!!! Geram Isu Budha Radikal, Eks Elit GAM: Kami Rindu Berperang, Dengan Senang Hati Kami Habisi Kalian. MARI BAGIKAN...!

SEMAKIN MEMANAS...!!! Geram Isu Budha Radikal, Eks Elit GAM: Kami Rindu Berperang, Dengan Senang Hati Kami Habisi Kalian. MARI BAGIKAN...!




Rakyat Aceh dari dahulu identik memiliki kemampuan tempur dan militer tersendiri yang telah lama di kenal di dunia internasional, mereka telah lama mempersiapkan kemampuan militer ini yaitu dari semenjak perang dengan Belanda sampai saat ini.



Mantan GAM dan Para Elit GAM yang tidak mau disebutkan identitasnya ini mengkonfirmasi bahwa mereka siap menyambut kedatangan para biksu-biksu radikal gila tersebut. Tidak ada yang boleh mengganggu dan mengacaukan keamanan yang sudah kondusif sekarang ini. Tidak ada yang bisa ancam Aceh, selama kami masih ada di bumi ini. Silahkan datang saja kesini, jangan hanya berkoar-koar saja disana. kami akan habisi mereka semua. tutur mantan GAM dan Para Elit GAM.



Lanjut, Mantan Elit GAM: kami sangat senang mereka datang kemari, karena kami sudah lama tidak memegang lagi senjata, kami sudah rindu ingin memegang senjata kembali dan untuk berperang. apalagi mereka adalah kafir tulen, maka kami sangat senang. Sehingga kami bisa mengibarkan bendera perang Rasulullah atau perang fisabilillah, di Aceh itu dikenal dengan sebutan Peurang-sabiey.



Kami tidak pernah takut dengan ancaman mereka, sama sekali kami tidak takut. kami siap bertempur kembali. Bila mereka menyerang, kami akan memperbarui alutsista-alustsista kami dan kami akan mempersenjatai seluruh Rakyat Aceh untuk bertempur dengan mereka. kami tidak sama dengan warga rohingya, kami berbeda. kami pastikan mereka (biksu dajjal) tersebut akan menyesali dengan perkataan mereka itu. kami akan buat mereka tersungkur semua. kami siap menerima tantangan kalian para biksu sadis. tutur mantan Elit GAM.



Aceh dari dahulu tidak pernah takut pada siapapun, jangankan myanmar berani Aceh lawan Pemerintah RI saja mampu mereka ladeni, belanda saja harus bertekuk lutut dan menyerah untuk menyerang dan berperang dengan Aceh.



Kemampuan tempur dan kemampuan militer Aceh bukan main tidak bisa dipandang sebelah mata dan kemampuan tempur mereka diakui oleh dunia internasional. Aceh juga memiliki ikatan dan kerjasama dengan negeri-negeri muslim lain di dunia, seperti negara-negara Arab, turki, negeri semenanjung melayu dan eropa. Sehingga, jika Aceh mengibarkan bendera perang fisabilillah melawan kafir myanmar maka negera-negara yang ada ikatan dan kerjasama tersebut dengan sendirinya akan membantu Aceh.




Muslim-muslim Indonesia sudah pasti 100% mereka akan membantu dan ikut berperang bersama Aceh karena Aceh merupakan saudara seiman dan seakidah mereka dan juga Aceh merupakan bagian dari NKRI. Apalagi muslim-muslim di semenanjung melayu, dengan senang hati mereka akan membantu dan akan terjun langsung untuk berperang bersama Aceh melawan para Biksu Radikalis tersebut.




sumber >> portalnetizen.org

Kamis, 16 Maret 2017

BANDA ACEH DALAM BAHAYA..!!! Biksu Radikal Myanmar Rilis Video Pasukan Elit dan Kebal untuk balas dendam ke Aceh



BANDA ACEH DALAM BAHAYA..!!! Biksu Radikal Myanmar Rilis Video Pasukan Elit dan Kebal untuk balas dendam ke Aceh



Ancaman yang diteriakkan oleh seorang Biksu Myanmar akan melakukan aksi balas dendam ke Aceh, ternyata bukanlah HOAX dan gertakan saja. Baru-baru ini netizen dihebohkan dengan video yang memperlihatkan para pasukan elit ahli kungfu yang sedang berlatih dan mempertunjukkan keahliannya, dan akan segera dikirim ke Aceh.

Dalam video tersebut, terlihat ada tiga skill tenaga dalam yang dimiliki setiap personel, yaitu: kebal senjata, kebal bor listrik dan dapat melumpuhkan lawan sebanyak 10 orang dalam waktu 3 menit.
Segala jenis senjata yang terbuat dari besi tidak dapat menembus kulit. Hanya warna merah saja yang terlihat akibat terkena benda tajam. Begitu juga dengan aliran listrik, dalam skala tertentu, badan mereka akan tetap kebal dari sengatan listrik.

Biksu yang mendalangi pembantaian ratusan ribu muslim di Rohingya ini berjanji akan membalas perlakuan muslim di Aceh terhadap umat Buddha. Dikutip dari Aljazeera, Wirathu membanggakan pembunuhan massal yang telah dilakukan para pengikutnya.

“Para biksu sudah dibekali kemampuan militer. Kami tidak hanya akan mengusir umat muslim di Myanmar, tapi juga di Asia Tenggara ini. Agar kedamaian tercipta abadi,” ancamnya.


Biksu bernama lengkap Ashin Wirathuitumenyebarkan kebencian ke tengah masyarakat Myanmar. Dia menanamkan ketakutan suatu saat kelompok Muslim minoritas akan menguasai negara yang dulu dikenal dengan nama Burma itu.

Biksu yang bertanggungjawab atas tewasnya ribuan muslim Rohingya ini mengancam akan menyerang Aceh dan nelayan Indonesia yang ketahuan berlayar di area mereka.

Sepuluh tahun lalu, publik belum pernah mendengar nama biksu dari Mandalay tersebut. Pria kelahiran 1968 itu putus sekolah pada usia 14 tahun. Setelah itu, dia memutuskan untuk menjadi biksu.
Nama Ashin Wirathu mencuat setelah dia terlibat dalam kelompok ekstremis antimuslim “969” pada 2001. Karena aksinya, pada 2003 dia dihukum 25 tahun penjara. Namun, pada 2010 dia sudah dibebaskan bersama dengan tahanan politik lainnya.

Di Aceh, sebagaimana diketahui bahwa Untuk pertama kalinya Qanun Jinayat atau peraturan daerah yang mengatur hukuman pidana di Aceh diterapkan terhadap penganut Buddha. Eksekusi hukum cambuk itu dilakukan Jumat, 10 Maret 2017, terhadap dua orang penganut Buddha yang dituduh terlibat judi sabung ayam.

Alem Suhadi, 57 tahun, dan Amel Akim, 60 tahun, adalah keturunan etnis Cina dan termasuk minoritas Buddha. Mereka dicambuk di depan puluhan pejabat lokal dan ratusan penduduk di Jantho, Kabupaten Aceh Besar, Aceh.

Kedua pria itu meringis karena menerima masing-masing sembilan dan tujuh cambukan di punggung mereka. Jumlah cambuk itu sudah dikurangi karena mereka telah ditahan lebih dari satu bulan sejak polisi menangkap mereka saat beradu ayam di Aceh Besar pada Januari 2017.

“Ketika mereka ditangkap, polisi menyita dua ekor ayam dan uang taruhan Rp 400 ribu,” kata jaksa Rivandi Aziz.


Rabu, 15 Maret 2017

SEMAIKIN HEBOH...!! Jihad Sudah Di Mulai, Rohingya Angkat Senjata Hadapi Myanmar. BAGIKAN...!!!


SEMAIKIN HEBOH...!! Jihad Sudah Di Mulai, Rohingya Angkat Senjata Hadapi Myanmar



Sittwe- Kaum minoritas muslim Rohingya tak lagi berdiam diri. Lewat kelompok bernama Harakah al-Yaqin, sebagian dari mereka kini memilih berdiri dan angkat senjata melawan pemerintah Myanmar, yang telah berpuluh tahun menindas penduduk Rohingya.

"Orang-orang kami telah dianiaya selama 50–60 tahun. Ini membuat para gerilyawan mendulang dukungan," kata Rahim, seorang guru dari Desa Dar Gyi Zar di utara Maungdaw, Rakhine, seperti dikutip Reuters kemarin. Rahim termasuk di antara 70 ribu orang Rohingya yang terpaksa kabur ke Bangladesh selepas insiden berdarah Oktober lalu.

Rahim bukan anggota Harakah al-Yaqin-istilah Arab untuk Gerakan Orang-orang yang Berkeyakinan. Begitu pula Muhammad Shah, 26 tahun, warga Rohingya dari Desa Yae Khat Chaung Gwa Son di Rakhine, barat laut Myanmar. Namun Shah mengklaim bahwa ia menyadari aktivitas kelompok itu sekitar enam bulan sebelum serangan Oktober meletus.

Dalam sejumlah kesempatan, Shah melihat sekitar 30 pemuda lokal, yang diyakininya menjadi anggota Harakah, tengah berlatih militer di sebuah lahan bekas hutan di dekat desanya. Mereka berlatih dengan senjata kayu. "Saya mendukung mereka," kata dia.

Harakah al-Yaqin mendalangi tiga serangan pada 9 Oktober 2016. Saat itu kelompok gerilyawan ini diduga menyerang pos-pos perbatasan dekat Bangladesh, menewaskan sembilan polisi Myanmar. Tentara Myanmar melancarkan serangan balik. Rumah-rumah di desa-desa Rohingya diserbu dan dibakar. Ratusan orang tewas dalam aksi balasan itu, memicu gelombang besar pengungsi Rohingya ke Bangladesh.

Seorang anggota senior Harakah, Mohammed Noor, yang ditangkap bersama 13 anak buahnya, bulan lalu divonis mati karena terbukti memimpin salah satu serangan itu. "Mereka melatih (penduduk lokal) karate dan menembakkan senjata," kata Kapten Polisi Yan Naing Latt, penyelidik yang memeriksa para tersangka di penjara Sittwe.

Laporan International Crisis Group menyebutkan bahwa Harakah al-Yaqin dipimpin oleh Ata Ullah, seorang Rohingya yang lahir di Pakistan dan tumbuh di Arab Saudi. Ata pernah muncul dalam sebuah rekaman video di Internet. Ia mengutip ayat Al-Quran dan menyerukan "jihad" di Rakhine, tempat bagi 1,1 juta warga minoritas muslim Rohingya.

Beberapa warga desa Rohingya membenarkan bahwa pria dalam video itu salah seorang dari mereka yang pernah memimpin perekrutan dan pelatihan di desa-desa. "Dia sering ke sini. Dia berkata ke penduduk desa bahwa ia akan memperjuangkan hak-hak kami," kata seorang guru sekolah dari Desa Kyar Gaung Taung.

Pemerintah Myanmar mengklaim Ata dan pentolan Harakah lainnya, seorang warga Pakistan, pernah ikut pelatihan teroris dengan Taliban. Tapi  belum ada bukti kuat yang mengaitkan Harakah dengan sejumlah kelompok ekstremis global, seperti faksi Al-Qaidah di India, Tehreek-e-Taliban di Pakistan, hingga Negara Islam Irak dan Suriah.

Seorang perwira intelijen senior militer Myanmar mengatakan Harakah telah merancang perlawanan sejak 2013. Namun mereka baru dapat menghimpun kekuatan dan dana mulai 2015. "Mereka merekrut ratusan pemuda muslim dan berpendidikan," kata dia.

Sejumlah anggota kelompok itu adalah para pelajar madrasah dan penjaga masjid yang frustrasi setelah pemerintah Myanmar menutup sekolah dan tempat ibadah kaum muslim Rohingya selepas kerusuhan hebat 2012. "Kami meraup dukungan anak sekolah hingga orang tua," kata seorang pentolan Harakah kepada jurnalis Dhaka Tribune, Adil Sakhawat.

Kebangkitan Milisi Rohingya
Sekitar selusin orang Rohingya telah berbicara kepada Reuters mengenai aktivitas Harakah al-Yaqin. Kelompok militan itu diketahui melancarkan serangan mematikan terhadap pos-pos polisi perbatasan pada Oktober tahun lalu. Konflik komunal telah lama berlangsung di Rakhine, negara bagian di barat laut Myanmar, tempat bagi 1,1 juta warga muslim Rohingya. Mereka kerap diperlakukan diskriminatif oleh penduduk mayoritas Buddha.

Penduduk desa menggambarkan kelompok kecil pemberontak yang dipimpin seorang keturunan asing merekrut ratusan anak muda, melatih mereka secara sembunyi-sembunyi selama berbulan-bulan di ladang dan hutan.



Sumber >> http://www.metrotvnews.online